6 Dampak Pergaulan Bebas Yang Wajib Kamu Waspadai

Dampak Pergaulan Bebas – Di era masa kini yang semakin berkembang semakin beragam pula tingkah laku dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat terutama di kalangan remaja. Perkembangan teknologi sekarang ini sedikit banyak memberi pengaruh yang buruk bagi para remaja khususnya dalam ha; pergaulan bebas.

/

Kenakalan remaja khususnya pergaulan bebas tak lepas dari hubungannya dengan orang tua. Disamping itu, pengaruh lingkungan tempat tinggal pertemanan juga turut andil menjadi salah satu faktor yang sangat menentukan. Tentunya kita telah sering mendengar berbagai keluhan perihal betapa sulitnya menemukan solusi atas masalah tersebut.

Keluhan tersebut tidak sekadar datang dari orang lain, bahkan juga dari orang tua dari remaja itu sendiri yang dalam hal ini seharusnya menjadi orang terdekat bagi anak yang bisa membimbing serta memahami kondisi mereka supaya tidak terjerumus ke dalam pergaulan bebas. Meskipun memang ada berbagai macam penyebab yang dapat menjadi latar belakang dari anak yang hidup dalam pergaulan bebas.

Oleh karena itu, sebagai orang tua penting untuk selalu memahami perihal apa itu pergaulan bebas begitu pun dengan segala dampak yang ditimbulkan serta cara untuk mengatasinya. Ketika kita telah mengerti maka komunikasikanlah dengan anak sebaik mungkin supaya mereka memahami risiko yang ditimbulkan jika memilih untuk terjun ke dalam pergaulan bebas. Dengan begitu hal-hal yang tak diinginkan dapat dicegah dengan sedini mungkin.

Lebih jauh, berikut ini artikel mengenai pengertian pergaulan bebas, lengkap beserta dengan dampak, dan juga cara untuk mengatasinya.

Pengertian Pergaulan Bebas
/

Istilah pergaulan bebas bukanlah merupakan hal yang tabu lagi dalam kehidupan masyarakat, tanpa melihat jenjang umur kata pergaulan bebas telah sangat populer, artinya bahwa saat masyarakat mendengar kata pergaulan bebas maka arah pemikirannya akan sama dan sepaham bahwa pergaulan bebas idalah tindakan yang terjadi di luar koridor hukum yang bertentangan terutama bagi norma masyarakat dan norma agama.

Pergaulan bebas merupakan sikap atau tindakan dilakukan oleh individu atau kelompok dengan tak terkontrol serta tak mengikuti batasan dari aturan-aturan hukum yang berlaku dalam masyarakat. Pergaulan bebas dalam pemahaman bermasyarakat identik dengan perilaku yang bisa merusak tatanan nilai yang ada di dalam masyarakat. Berikut ini merupakan pengertian pergaulan bebas menurut para ahli yakni :

1. Katono
Pergaulan bebas adalah sebuah gejala patologis sosial pada remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, yang mengakibatkan terjadinya pengembangan perilaku yang menyimpang.

2. Santrock
Pergaulan bebas ialah kumpulan dari berbagai perilaku remaja yang tak bisa diterima secara sosial hingga menyebabkan tindakan kriminal.

3. B. Simanjuntak
Pergaulan bebas merupakan sebuah proses interaksi antara seorang dengan orang yang lainnya tanpa mengikatkan diri pada berbagai aturan yang ada baik undang-undang, hukum agama, dan juga adat kebiasaan.

Ciri-ciri Pergaulan Bebas
1. Melakukan seks bebas
2. Berpakaian tal pantas yang melanggar norma
3. Mengalami tekanan emosi dan kesehatan mental
4. Tidak menghargai orang lain
5. Membuang waktu dengan hal tidak berguna seperti begadang dan main games secara berlebihan
6. Senang menghamburkan uang demi kesenangan semata
7. Perilaku merugikan masyarakat sekitar
8. Suka mengikuti hal-hal yang berbahaya serta tidak bermanfaat
9. Mencuri untuk mendapatkan uang dan barang yang diinginkan
10. Perilaku cenderung emosional, tidak mau mengalah, dan sering membanggakan diri atas hal yang tidak
11. Remaja yang merokok dan minum-minuman alkohol tanpa alasan
12. Penggunaan obat-obatan terlarang seperti narkoba

Penyebab Pergaulan Bebas
/

1. Faktor keluarga
Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor kunci yang dapat sangat memengaruhi tindakan serta perilaku remaja di dalam masyarakat. Minimnya tingkat pendidikan dalam keluarga dapat membuat remaja menjadi mudah terpengaruh dengan pergaulan bebas.

Kurangnya perhatian serta kasih sayang dari orang tua dapat menyebabkan anak menjadi tertarik dengan pergaulan bebas. Dalam hal ini keluarga memang menjadi lingkungan pendidikan paling pertama dan paling untuk mendidik anak supaya menjadi orang yang berperilaku baik dalam bermasyarakat. Sehingga di sini, anak membutuhkakn pendampingan serta dukungan yang cukup dari orang tua dan keluarga.

Pengaturan keluarga yang disfungsional—ditandai dengan adanya konflik, kontrol orang tua yang kurang memadai, hubungan dan integrasi internal yang cenderung lemah, serta otonomi dini— sangat berkaitan dengan kenakalan remaja seperti pergaulan bebas.

Orang tua yang tidak melakukan pengawasan dengan baik dapat membuat remaja terjerumus tanpa mengetahui bahwa hal tersebut merupakan hal yang benar atau tidak. Contohnya adalah orangtua yang memberi izin kepada anaknya untuk berpacaran, tetapi orangtua tidak melakukan pengawasan serta komunikasi yang baik mengenai hubungan anaknya.

2. Gaya hidup
Gaya hidup yang salah juga bisa menjadi penyebab pergaulan bebas bagi para remaja. Remaja tersebut bisa saja mengikuti tren serta gaya hidup yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan pada akhirnya bisa menjadi pemicu untuk terjun ke pergaulan bebas.

3. Kontrol diri
Salah satu penyebab dari pergaulan bebas ialah kurangnya kemampuan dalam mengontrol diri sendiri. Orang yang tidak memiliki kemampuan dalam mengontrol dirinya sendiri biasanya tidak bisa membedakan perilaku yang baik maupun yang buruk. Hal ini menyebabkan anak dan remaja memiliki potensi untuk melakukan perilaku buruk atau tindakan yang melanggar norma. Bahkan meskipun anak sudah bisa membedakan antara dua tingkah laku tersebut, mereka tetap bisa melanggarnya ketika mereka tak mampu mengembangkan kontrol diri dengan baik.

4. Kurangnya nilai keagamaan
Melalui pendidikan agama yang baik, anak bisa mendapatkan berbagai ilmu mengenai nilai moral yang berlaku di masyarakat. Dengan begitu, anak akan mengerti mengenai hal-hal apa saja yang memiliki nilai kebaikan dan yang bersifat merusak serta perlu untuk dihindari. Apabila pendidikan agama tidak bisa ditanamkan dengan baik pada anak, maka anak akan merasa sulit ketika menjalankan peranannya dalam bermasyarakat.

5. Pengaruh teman sebaya
Keanggotaan dalam geng yang menyimpang, seperti keanggotaan dalam pengelompokan yang lainnya, bisa menjadi bagian dari proses dalam menuju kedewasaan. Melalui asosiasi primer, seorang individu akan mendapatkan rasa aman dan nyaman, mengembangkan pengetahuan mengenai interaksi sosial, dan bisa menunjukkan kualitas dan identitas dari geng tersebut.

6. Penyalahgunaan internet
Peredaran arus informasi dari internet sangatlah masif serta tidak dapat dihindarkan. Anak masa kini dapat mengakses apa pun yang berada di internet. Hal yang membuatnya menjadi berbahaya ialah adanya risiko bahwa remaja akan meniru konten tak pantas yang berada di internet. Maka dari itu, pengawasan dari orang tua ketika remaja diberi kebebasan untuk menggunakan internet perlu dilakukan.

/

Sebagai tindakan yang menyimpang dan melanggar norma masyarakat serta norma agama, pergaulan bebas memiliki berbagai dampak buruk. Berikut beberapa dampak dari pergaulan bebas :

1. Seks Bebas
Seks bebas adalah aktivitas berhubungan seksual tanpa adanya ikatan pernikahan yang menyebabkan adanya potensi untuk kehamilan di luar nikah. Hal ini tentu akan memalukan diri sendiri, orang tua, serta orang sekita. Terlebih, hal ini dapat mencoreng identitas Indonesia sebagai negara yang kental dengan adat ketimuran serta memegang teguh ajaran agama.

Apabila seks bebas hingga menimbulkan kehamilan di luar nikah, banyak dari para pelaku yang akan menggugurkan kandungannya alias melakukan tindak aborsi yang merupakan perilaku tidak terpuji serta memiliki efek samping yang buruk bagi diri sendiri. Disamping itu, seks bebas juiga bisa memunculkan potensi untuk menyebarkan penyakit berbahaya, seperti HIV/AIDS, epilepsi, herpes, dan lain sebagainya.

2. Ketergantungan Obat-obatan Terlarang
Salah satu ciri dari pergaulan bebas yakni penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Tindakan ini dapat memicu terjadinya ketergantungan yang akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Ketergantungan obat-obatan terlarang juga bisa menyebabkan overdosis yang berujung pada kematian. Obat-obatan terlarang juga bisa menyebabkan berbagai penyakit berbahaya, seperti kanker, keruskan hati, dan gagal ginjal yang dapat terjadi karena konsumsi narkoba.

3. Gangguan Kesehatan
Akibat dari pergaulan bebas diantaranya yaitu mengonsumsi obat-obatan, merokok, minum minuman keras, dan berbagai hal lainnya bisa menyebabkan masalah kesehatan. ada gangguan kesehatan yang mengintai bagi para remaja yang kecanduan mengonsumsi narkoba dan miras, seperti :

* Enggan melakukan sesuatu termasuk makan sehingga fisik akan lebih lemah
* Gaya hidup yang tidak higienis dan lebih mudah terkena penyakit
* Mual, muntah, sulit tidur, hingga sakit kepala
* Adanya gangguan otot, meningkatnya tekanan darah, dan gangguan keseimbangan
* Lamban dalam berpikir
* Terjadi gangguan mental

4. Kriminalitas
Dampak pergaulan dari bebas yang berikutnya yaitu terjadinya tindakan kriminalitas. Adanya kesenjangan sosial dapat memicu munculnya tindak kriminalitas di usia remaja. Contoh dari tindakan kriminal yang kerap kali dilakukan ialah mencuri uang, pelecehan seksual, pemerkosaan, dan juga balap liar.

Anak muda yang berada dalam lingkungan pergaulan bebas cenderung merasa bisa melakukan apa saja untuk kesenangam semata tanpa memikirkan dampak kedepannya.

Pecandu narkoba juga bisa menghalalkan berbagai cara ketika tak lagi mempunyai uang untuk membeli narkoba. Mereka akan melakukan berbagai tindakan kriminalitas, misalnya mencuri dan bahkan merampok untuk mendapatkan barang yang ia perlukan.

5. Hubungan Tidak Baik dengan Keluarga
Seorang anak akan dengan mudah terjatuh ke dalam lingkungan pergaulan bebas dapat terjadi karena kedua orang tuanya kerap kali bertengkar sehingga kondisi keluarga menjadi tidak harmonis. Jika hal tersebut yang terjadi, sikap anak kepada kedua orang tuanya bisa berubah, seperti mudah emosi serta menjadi tidak hormat. Meski bukan dari keluarga yang broken home, anak yang sudah merasa tidak nyaman di rumah akan mudah terjerumus ke pergaulan bebas dan cenderung membangkang kepada orang tua karena merasa dirinya tidak mendapatkan kasih sayang dan kenyamanan rumah yang seharusnya.

Pergaulan bebas dapat mengganggu waktu belajar yang pada akhirnya dapat membuat prestasi anak menjadi turun. Anak yang telah terjerumus pada pergaulan bebas umumnya akan lebih memilih untuk menghabiskan waktu dengan membolos sekolah, seperti di warnet atau nongkrong bersama dengan orang-orang yang lebih dewasa untuk melakukan hal-hal yang yang tidak semestinya dilakukan.

Cara Mengatasi Pergaulan Bebas
/

Selain lingkungan sekolah, keluarga juga menjadi faktor kunci yang memberikan pengaruh paling besar bagi tumbuh kembang remaja. Di mana para orang tua harus mampu memahami berbagai masalah remaja beserta dengan solusinya. Secara umum, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari pergaulan bebas, di antaranya yakni :

1. Memilih Teman yang Baik
Cara untuk menghindari pergaulan bebas yang pertama, yakni selektif dalam memilih teman. Tak bisa dipungkiri bahwa lingkungan pertemanan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap perilaku kita sehari-hari. Oleh karena itu, ada baiknya untuk selalu memilih teman yang baik serta memiliki kemampuan memahami ilmu agama yang baik.

Selain itu, usahakan untuk menghindari lingkungan yang cenderung tak kondusif. Apabila anak berada di lingkungan yang positif, ia juga akan mencontoh berbagai hal baik yang ada di sekitarnya. Berlaku pula sebaliknya, apabila anak berada pada lingkungan yang negatif, ia akan mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif pula.

2. Memperkuat Pendidikan Agama
Cara menghindari pergaulan bebas yang berikutnya adalah dengan memperkuat pendidikan agama. Sudah menjadi kewajiban bagi para orang tua untuk selalu menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada anak sejak usia dini. Dengan memperkuat pendidikan agama di dalam keluarga, diharapkan mampu untuk mencegah anak berperilaku menyimpang yang salah satunya ialah terjun ke pergaulan bebas.

Pendidikan agama dan moral berguna untuk memperkuat iman seseorang sejak dini. Apabila sejak kecil seorang anak sudah tertanam nilai-nilai agama dengan baik, dapat menghindari pergaulan bebas yang jauh dari norma.

3. Memberikan Pendidikan Seks
Seks bebas menjadi salah satu fenomena dari pergaulan bebas yang kerap kali dilakukan oleh para remaja. Banyak sekali anak yang belum mengerti mengenai bahaya dari seks bebas. Oleh karena itu, sejak kecil anak harus mendapatkan pendidikan seks yang baik dan sesuai di dalam lingkup keluarga.

Hal yang perlu diperhatikan ialalh bahwa orang tua harus memberikan pendidikan seks dengan materi dan bahasa yang cocok dengan usia anak. Dengan begitu, mereka bisa mengetahui bahaya serta akibat dari seks bebas.

4. Menjaga Hubungan Orang Tua dan Anak
Cara untuk menghindari pergaulan bebas selanjutnya, yakni denhan menjaga hubungan antar orang tua dan anak. Hubungan orang tua dan anak yang harmonis secara langsung bisa meningkatkan pengawasan yang lebih baik terhadap anak. Selain itu, hubungan yang baik dengan keluarga juga dapat membuat anak untuk semakin terbuka kepada orang tua.

Sikap terbuka kepada orang tua ini, memiliki peranan yang penting untuk meminimalisir anak melakukan tindakan menyimpang. Oleh karenanya, sudah seharusnya bagi orang tua untuk menciptakan suasana rumah yang hangat serta nyaman bagi anak. Dengan begitu, anak akan terhindar dari perilaku menyimpang dan pergaulan bebas.

Baca juga :

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.”

* Custom log
* Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
* Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
* Tersedia dalam platform Android dan IOS
* Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
* Laporan statistik lengkap
* Aplikasi aman, praktis, dan efisien