8 Cara Menulis Puisi Dengan Mudah

Puisi adalah salah satu bentuk sastra yang mengandung banyak unsur seperti mantra, irama, rima, bait dan baris. Sebuah puisi dapat dijadikan sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan serta melegakan jiwa, dan menjadi media berbahasa yang baik. Puisi dapat digunakan juga agar seseorang bisa memahami, berkomunikasi akan gagasannya serta berinteraksi dengan orang lain. Dengan menulis puisi, kepekaan seseorang akan keadaan disekitarnya semakin terlatih.

Untuk menulis puisi, dibutuhkan beberapa unsur agar perasaan atau pesan yang dituang mampu tersampaikan kepada pembacanya. Berikut cara menulis puisi yang baik dan benar.

1. Menentukan Judul dan Tema
Sebelum menulis puisi, hal pertama yang harus dilakukan adalah menentukan judul dan temanya. Hal ini sebagai kerangka dasar saat menulis sebuah puisi. Jika ingin puisimu dapat dipahami pembacanya, tentukanlah temannya baru menentukan judul puisi yang sesuai.

Tema memegang peranan penting dan unsur utama dalam membuat sebuah cerita. Tema akan menjadi fokus utama penulis dalam mengembangkan ceritanya. Sehingga saat menulis puisi, semua halnya tidak boleh keluar dari tema yang sudah ditentukan.

2. Penggunaan Diksi
Diksi merupakan pemilihan kata yang digunakan saat menulis puisi. Bagus atau tidaknya diksi sangat dipengaruhi pengalaman penulis serta tergantung kosakata yang biasa digunakan penulis.

Saat penulis mempunyai banyak pengalaman dan sering membaca banyak sastra, tidak heran jika pemilihan diksi lebih beragam dan informatif. Jika ingin diksi yang digunakan menarik pembaca pilihlah diksi yang unik. Selain itu pemilihan majas, juga memegang peranan penting dalam pemilihan diksi.

3. Memilih Kata Kunci
Setelah menetapkan tema dan judul, langkah berikutnya yaitu menentukan kata kunci serta mulai mengembangkan puisinya. Sebagai contoh, saat ingin menulis puisi bertemakan alam maka pilihlah kata kunci yang berhubungan erat dengan alam

Jika sudah menentukan kata kuncinya, berarti puisi sudah siap dirangkai kalimatnya. Misalkan sebuah kata kunci dipakai buat satu larik saja. Tapi bisa juga menggunakan sebuah kata kunci untuk satu bait.

4. Menentukan Gaya Bahasa
Saat menulis sebuah puisi jangan lupa untuk menentukan gaya bahasa yang akan dipakai. Selain itu tentukan juga majas yang ingin digunakan, misalkan majas metafora atau majas personifikasi.

5. Menentukan Rima
Langkah selanjutnya adalah menentukan rima, rima sangat penting agar pembacaan puisi lebih teratur. Rima akan membuat lantunan saat pembacaan puisi menjadi menarik dan pemanis puisi.

Tidak hanya itu, rima juga akan mengasah kreativitas dalam menentukan padanan kata. Rima secara garis besar terdiri atas 4 yaitu

* Rima menurut persesuaian bunyi dalam suku kata.
* Rima menurut letak persamaan bunyi dalam baris.
* Rima menurut letak kata dalam baris kalimat.
* Rima menurut letak pasangan dalam bait.

5. Bait
Bait merupakan bagian dari puisi yang tersusun atas 4 kombinasi baris puisi. Sedangkan baris puisi merupakan frasa bermakna di dalam puisi yang tersusun dari 8-12 kata. Bait puisi menurut KBBI, merupakan unit puisi yang tersusun atas beberapa baris.

Bait puisi sama dengan paragraf dalam sebuah cerita, hanya saja bait puisi menggunakan rima dan mengandung majas. Penggunaan bait dalam puisi juga bertujuan untuk memisahkan gagasan atau topik didalam puisi.

6. Eksplorasi Puisi
Mengembangkan puisi merupakan hal penting saat menulisnya, salah satu caranya adalah menyusun kata-kata agar menjadi suatu bait yang bermakna. Mengembangkan puisi menjadi puisi membutuhkan kreatifitas yang tinggi, berbeda saat menulis paragraf. Saat menulis puisi setiap bait harus ringkas, memiliki makna dan indah. Pastikan setiap kata sudah sesuai mewakili keindahan serta sarat akan makna.

7. Membuat Akhiran Puisi
Akhiran puisi atau disebut juga penutup, akan lebih baik jika terkesan dramatis serta mengena pembacanya. Sehingga puisi akan dibaca berkali-kali, menulis penutupan puisi bisa dijadikan taktik untuk menarik lebih banyak pembaca. Akhiran puisi juga menuntut kreatifitas agar tidak mudah ditebak pembacanya.

Pastikan akhiran puisi mengalir dan tetap enak dibaca walaupun dramatis. Jangan membuat akhiran puisi yang keluar dari tema dan terkesan memaksakan. Akhiran puisi juga tidak boleh tumpang tindih dengan awalan puisi dan tetap harus indah bermakna.

8. Memperhatikan Karakteristiknya
Setiap puisi harus memiliki karakteristiknya agar makna dari puisi dapat dimengerti pembacanya. Bukan berarti jika mengandung banyak kiasan, akan membuat karakteristik puisi menjadi kuat.

Pastikan juga agar didalam puisi tidak terlalu banyak menggunakan majas yang tanpa makna. Puisi yang baik harus memiliki karakteristik, bermakna, konsisten serta koheren.

Tahapan Membuat Puisi
Setelah mengetahui cara menulis puisi, berikut tahapan yang harus dilakukan saat ingin menulis puisi.

1. Tenangkan pikiran selama lima menit, tentukan ide awal dimulai dari melihat keadaan disekutar atau mengingat kembali kenangan di masa lalu.
2. Mulailah menulis daftar kata yang terlintas di pikiran Anda yang berkaitan dengan ide yang sudah ditentukan. Lalu pilihlah kata-kata yang pas, bermakna dan sesuai.
3. Rangkailah kata demi kata hingga menjadi puisi, kemudian baca kembali puisi Anda dengan nyaring.
4. Pastikan jika setiap kata dan frase di setiap bait telah sesuai dengan tujuan Anda.
5. Agar lebih yakin, mintalah pendapat dan komentar teman Anda setelah membaca puisi yang telah dibuat.
6. Kemudian tulis kembali puisi Anda jika masih ada komentar yang membutuhkan perbaikan. Jika mengalami kebingungan, Anda dapat membaca buku-buku puisi sebagai referensi.