Cara Mengetahui Masa Subur Wanita

“Melakukan hubungan intim di masa subur wanita sangat memungkinkan untuk terjadinya pembuahan sehingga peluang kehamilan menjadi lebih besar. Ada dua cara mengetahui masa subur wanita, yaitu menghitung masa subur dan mengenali tanda-tanda masa subur. Biar lebih jelas, baca ulasan lengkapnya dalam artikel ini”

Bila kamu dan pasangan berencana ingin segera memiliki momongan, sebaiknya bicarakan terlebih dulu kondisi kesehatan dengan dokter spesialis kandungan melalui aplikasi Halodoc.

Halodoc, Jakarta – Mengetahui masa subur wanita sangat penting, apalagi bagi kamu yang sedang berencana ingin memiliki momongan. Ini karena, hubungan intim yang dilakukan pada masa subur sangat memungkinkan untuk terjadinya pembuahan, sehingga peluang untuk terjadinya kehamilan pun lebih besar. Inilah cara mengetahui masa subur wanita.

Kapan Tepatnya Masa Subur Wanita Berlangsung?
Untuk mengetahui kapan masa subur wanita dimulai, pertama-tama kamu perlu tahu kapan masa haid dimulai. Haid atau menstruasi dimulai pada hari pertama ketika dinding rahim luruh dan keluar bersama darah dari vagina. Pada masa menstruasi, sel telur akan kembali berkembang di dalam ovarium. Saat sel telur sudah matang, ovarium akan melepaskan sel telur tersebut. Peristiwa inilah yang disebut dengan ovulasi.

Nah, proses ovulasi tersebut terjadi sekitar 12–14 hari sebelum hari pertama menstruasi kamu berikutnya. Sebenarnya kapan ovulasi dimulai tergantung pada siklus menstruasi kamu. Bila kamu memiliki siklus menstruasi yang tergolong singkat, misalnya hanya 22 hari, maka ovulasi bisa terjadi hanya beberapa hari setelah menstruasi berakhir. Jadi, waktu ovulasi tiap wanita bisa berbeda-beda. Karena itu, penting bagi kamu untuk mengetahui siklus menstruasi kamu agar bisa memperkirakan kapan waktu ovulasi kamu dimulai.

Lalu, kapan masa subur wanita berlangsung? Masa subur kamu dimulai di sekitar waktu ovulasi, yaitu kira-kira lima hari sebelum ovulasi terjadi. Biasanya, masa subur wanita terjadi sekitar 12–16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 sampai hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi terakhir. Namun, hal tersebut berlaku bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur 28 hari. Bagi kamu yang memiliki siklus menstruasi berbeda, maka bisa mempelajari dan menghitung kapan masa subur kamu.

Baca juga: Pengantin Baru, Intip Tips Cepat Hamil Ini

Untuk mengetahui masa subur wanita, kamu bisa menggunakan dua cara berikut ini:

1. Menghitung Masa Subur Wanita
Sel telur hanya dapat bertahan selama 24 jam setelah dikeluarkan. Jadi, bila ingin hamil, sel telur harus dibuahi dalam waktu 12–24 jam setelah ovulasi. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui kapan wanita sedang berada pada kondisi paling subur. Masa subur bisa dihitung dengan mengandalkan catatan atau analisis siklus haid selama setidaknya 8 bulan terakhir.

Berikut ini rumus untuk menghitung masa subur wanita:

* Ketahui siklus menstruasi terpendek kamu. Misalnya, 27 hari. Kurangi angka tersebut dengan 18. Hasilnya adalah 9 hari. Nah, angka ini adalah hari pertama masa subur kamu.
* Ketahui siklus terpanjang kamu. Misalnya, 30 hari. Kurangi angka tersebut dengan 11. Hasilnya adalah 19 hari. Nah, angka ini adalah hari terakhir masa subur kamu.

Sebagai contoh agar kamu lebih paham tentang cara yang paling tepat untuk menghitung masa subur pada wanita, yaitu:

* Jika siklus menstruasi rata-rata kamu adalah 28 hari, maka ovulasi dapat terjadi sekitar hari ke-14 dan hari-hari paling subur adalah hari ke-12, 13, dan 14.
* Jika siklus menstruasi rata-rata adalah 35 hari, ovulasi terjadi sekitar hari ke-21 dan hari-hari paling subur adalah hari ke-19, 20, dan 21.
* Jika siklus menstruasi yang terjadi lebih pendek, sebagai contoh 21 hari, maka ovulasi dapat terjadi sekitar hari ke-7 dan hari paling subur adalah hari ke-5, 6, dan 7.

Beberapa wanita memiliki siklus yang sangat tidak teratur atau merasa sulit untuk menghitung panjang siklus rata-rata pada dirinya. Hal ini dapat menyulitkan untuk berolahraga saat ovulasi terjadi. Jika terlalu sulit untuk menghitung masa subur wanita, cobalah untuk berhubungan intim setiap 2–3 hari agar peluang untuk hamil lebih tinggi.

Baca juga: Cara Mengetahui Tingkat Kesuburan Wanita

2. Kenali Tanda-Tanda Masa Subur Wanita
Untuk memperkuat perkiraan masa subur, kamu juga bisa mengamati tanda-tanda masa subur wanita berikut ini:

* Meningkatnya Suhu Basal Tubuh

Suhu basal tubuh adalah suhu tubuh saat kamu bangun di pagi hari. Normalnya, suhu basal tubuh adalah 35,5–36,6 derajat Celsius. Namun, suhu tersebut akan meningkat ketika kamu sedang dalam masa ovulasi.

Disebutkan jika satu dari lima wanita mengalami nyeri yang berhubungan dengan terjadinya ovulasi pada tubuh. Rasa sakit ini dapat terjadi sebelum, selama, atau setelah masa subur pada wanita. Gangguan ini dapat menimbulkan rasa sakit yang tajam dan kram. Meski begitu, gangguan ini jarang menimbulkan rasa sakit yang parah.

Dipercaya jika air liur wanita dapat berubah sesuai dengan jumlah hormon estrogen yang ada di dalam tubuhnya. Selama siklus bulanan wanita, ada peningkatan besar dalam estrogen dalam beberapa hari sebelum masa subur tiba dan kenaikan kecil beberapa hari sebelum waktunya tiba.

Selama siklus menstruasi wanita, jenis dan jumlah lendir serviks dapat berubah. Lendir ini merupakan sekresi yang dibuat oleh kelenjar di leher rahim. Pada masa subur, lendir serviks atau lendir yang ada di mulut rahim berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah. Namun, cairan yang dihasilkan juga dapat lengket, putih, atau bahkan keruh. Lendir ini berguna untuk mendukung sperma agar dapat mencapai sel telur.

Ketika sedang dalam masa subur, kamu akan merasa dirimu menarik dan lebih bergairah untuk melakukan hubungan intim. Kamu pun juga terlihat menarik di mata pasangan, karena tubuh secara alami akan mengeluarkan wangi yang berbeda dari biasanya.

Baca juga: Mengetahui Masa Subur Wanita Punya 3 Manfaat Ini

Nah, itulah cara mengetahui masa subur wanita. Bila kamu masih punya pertanyaan seputar masa subur wanita, tanyakan saja kepada dokter melalui aplikasi Halodoc, rekomendasinya ada di bawah ini:

* dr. Yuli Trisetiyono, Sp.OG(K). Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi konsultan fertilitas. Beliau menyelesaikan studi kedokteran di Universitas Diponegoro. Saat ini, dokter Yuli Trisetiyono berpraktek di Rumah Sakit Umum William Booth Semarang dan RSUP Karyadi.
* dr. Awan Nurtjahyo, SpOG, KFer. Dokter Spesialis Kebidanan Kandungan yang aktif melayani pasien di RSIA Rika Amelia Palembang. Dokter Awan Nurtjahyo mendapatkan gelar spesialisnya setelah menamatkan pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Beliau tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) sebagai anggota.
* Prof. DR. Dr. Muhammad Fidel Ganis Siregar M.Ked(OG), SpOG(K). Salah satu guru besar dari Universitas Sumatera Utara untuk bidang ilmu Obstetri dan Ginekologi konsultan fertilitas. Dokter Muhamad Fidel berpraktek di RSU USU dan RS Hermina Medan.
* DR. Dr. Syarief Thaufik Hidayat Sp.OG(K), Msi.Med. Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi konsultan. Beliau menyelesaikan studi kedokteran di Universitas Diponegoro. Saat ini, dokter Syarief Thaufik berpraktek di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Kariadi, Rumah Sakit Pantiwilasa Dr. Cipto, Rumah Sakit Hermina Pandanaran, dan Semarang Medical Center Rumah Sakit Telogorejo.

Jangan lupa untuk download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sekarang!

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2021. How to Chart Your Menstrual Cycle.
Medical News Today. Diakses pada 2021. When am I most fertile? How to calculate your ovulation cycle.
Clear Blue. Diakses pada 2021. How to identify your most fertile days?
Your Fertility. Diakses pada 2021. Your Fertility right time for sex.