Fungsi Cara Menggunakan Efek Samping

Jakarta – Bunda pernah mendengar alat kontrasepsi spermisida? Alat kontrasepsi ini disebut cukup efektif dalam mencegah kehamilan lho.

Nama spermisida memang cukup asing bila dibandingkan dengan kontrasepsi lainnya. Biasanya, Bunda menemukan spermisida di produk kondom atau pelumas gel merek tertentu.

Apa itu spermisida?
Spermisida merupakan alat kontrasepsi yang dimasukkan ke dalam vagina sebelum melakukan berhubungan seksual. Jenis kontrasepsi ini dijual dalam beberapa bentuk, seperti kondom spermisida.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Spermisida umumnya mengandung nonoxynol-9. Melansir dari Very Well Family, alat kontrasepsi ini disebut bisa mencegah kehamilan sekitar 71 persen.

“Spermisida tidak mencegah infeksi menular seksual (IMS). Beberapa wanita dapat mengalami efek samping yang tidak nyaman dari penggunaan spermisida, termasuk peradangan dan iritasi vagina,” kata Dawn Stacey, PhD, LMHC, seorang konselor kesehatan mental yang ahli di bidang kesehatan seksual dan alat kontrasepsi.

Hal yang sama juga disampaikan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG). Menurut ACOG, spermisida tidak seefektif metode pencegahan kehamilan lainnya, seperti implan, KB suntik, atau IUD.

Setidaknya, ada 18 hingga 28 dari 100 wanita yang akan hamil bila menggunakan metode kontrasepsi ini. Jika metode ini rusak saat berhubungan seksual, Bunda mungkin perlu mempertimbangkan penggunaan kontrasepsi darurat.

Alat kontrasepsi/ Foto: dok HaiBundaKelebihan dan fungsi spermisida
Seperti alat kontrasepsi lainnya, spermisida memiliki beberapa fungsi dalam mencegah kehamilan. Alat kontrasepsi ini bahkan memiliki kelebihan, Bunda. Berikut fungsi dan kelebihan spermisida:

1. Mencegah sperma bertemu ke sel telur
Spermisida bekerja dengan cara membunuh sperma, sehingga tidak dapat membuahi sel telur. Dilansir Cleveland Clinic, spermisida dapat menghalangi pintu masuk ke leher rahim untuk menghentikan sperma berenang ke sel telur.

Meski tidak sepenuhnya ‘membunuh’ sperma, alat kontrasepsi ini mengandung bahan kimia yang bisa menghentikan sperma mencapai sel telur.

2. Tidak mengandung hormon
Spermisida dapat menjadi pilihan Bunda yang tidak menggunakan alat kontrasepsi hormonal. Sebab, spermisida termasuk jenis kontrasepsi non-hormonal.

Penggunaan spermisida tidak akan memengaruhi hormon Bunda. Efek samping hormonal dari penggunaan kontrasepsi ini juga minim.

“Spermisida tidak berpengaruh pada hormon alami di tubuh,” tulis ACOG dalam laman resminya.

3. Mudah digunakan
Spermisida mudah digunakan, Bunda. Selain itu, harga spermisida juga relatif murah dan Bunda tidak perlu konsultasi dulu ke dokter terkait penggunaan kontrasepsi ini.

Meski begitu, penggunaannya tetap perlu hati-hati karena bisa menyebabkan iritasi pada vagina. Beberapa orang juga mungkin mengalami alergi terhadap bahan kimia spermisida.

4. Dapat berfungsi ganda
Spermisida bisa berfungsi ganda sebagai pelumas. Pelumas atau lubricant adalah produk yang dapat meningkatkan kenikmatan seksual.

Dalam ulasan di laman Brown University dijelaskan bahwa spermisida berbeda dengan pelumas. Spermisida dapat mencegah kehamilan, sementara pelumas tidak. Beberapa pelumas memiliki bentuk mirip spermisida, tetap tidak menawarkan perlindungan. Tapi, ada spermisida yang dijual dalam bentuk gel yang dapat digunakan sebagai pelumas.

Baca halaman berikutnya untuk mengetahui 6 jenis spermisida ya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga pilihan KB yang aman dan tak bikin gemuk, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

Program HamilKetahui lebih jauh 30 hari perencanaan kehamilan. Cek Yuk