Jenis Cara Hewan Berkembang Biak Generatif Dan Vegetatif

Jenis/Cara Hewan Berkembang Biak – Pada dasarnya, berkembang biak adalah salah satu ciri dasar hewan sebagai makhluk hidup. Perkembangbiakan ini harus dilakukan oleh hewan untuk menghindari kepunahan.

Secara umum, hewan berkembang biak dengan cara seksual atau generatif, namun, ada pula jenis/cara hewan berkembak biak dengan vegetatif atau tanpa aktivitas seksual atau aseksual.

Jenis/Cara Hewan Berkembangbiak dengan Generatif
Reproduksi/perkembangbiakan generatif atau biasa disebut sebagai reproduksi seksual, terjadi ketika gamet jantan (sperma) bertemu gamet betina (telur). Reproduksi seksual dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu ovipar, vivipar, dan ovovivipar.

Grameds juga bisa membaca buku Berbagai Cara Hewan Berkembang Biak untuk mengetahui secara lengkap jenis/cara hewan berkembang biak. Buku ini bisa kamu dapatkan di Gramedia.com

1. Ovipar
Ovipar adalah jenis/cara hewan berkembang biak dengan bertelur. Reproduksi ini biasanya dilakukan oleh burung dan reptil. Setelah pembuahan, embrio yang dihasilkan tumbuh dan berkembang di kulit telur. Embrio menerima nutrisi dan cadangan makanan dari telur yang dikeluarkan dari tubuh ibu.

Oleh karena itu, embrio ovipar berkembang dalam telur di luar tubuh ibu. Beberapa ciri hewan ovipar adalah tidak adanya kelenjar susu dan telinga. Contoh hewan bertelur adalah sebagai berikut.

a. Ayam
Unsplash.com

Ayam adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Setelah ayam bertelur, telur melalui proses inkubasi yang berlangsung sekitar hari untuk menjaga telur tetap hangat.

Dari luar, Anda dapat melihat bahwa ayam itu tidak memiliki daun telinga. Demikian pula, tidak memiliki puting susu menunjukkan bahwa ayam tidak memiliki kelenjar susu dan tidak dapat menyusui anak.

b. Angsa
Angsa berkembang biak dengan cara ovipar, sama seperti ayam, berkembang biak dengan mengeluarkan telur. Telur angsa ini lebih besar dari unggas lainnya dan proses inkubasi berlangsung hingga 20 hari.

c. Merpati
Selain ayam dan angsa yang sering dijadikan hewan peliharaan, merpati merupakan salah satu contoh hewan ovipar yang juga biasa dipelihara oleh manusia. Jauh lebih kecil dari dua telur di atas, telur merpati hanya perlu diinkubasi selama hari.

d. Kadal
Ya, kadal kecil yang sering ditemukan di atap dan dinding rumah juga termasuk sebagai contoh hewan ovipar. Kadal biasanya menyembunyikan telurnya di tempat tersembunyi seperti bagian belakang lemari atau kulit kayu untuk mencegah mereka diserang oleh pemangsa.

e. Ikan Cupang
Ikan cupang banyak diminati, karena warnanya yang indah, sangat dicari untuk dikoleksi dan digunakan sebagai peliharaan rumah dan akuarium. Ikan cupang ini juga tergolong hewan petelur atau bertelur.

Bentuk telur cupang ini menyerupai gelembung yang terdapat di sisi kolam air dan akuarium. Telur ikan padat hanya membutuhkan waktu 3 hari untuk menetas.

f. Katak
Katak merupakan hewan amfibi yang berkembang biak dengan cara bertelur. Namun, tidak seperti hewan bertelur normal, katak jantan membuahi telur yang dikeluarkan oleh betina ke dalam air. Telur yang dibuahi oleh katak jantan tumbuh dan menetas menjadi berudu atau kecebong di dalam air. Kecebong mengalami metamorfosis, memperlihatkan paru-paru dan kaki, dan kemudian tumbuh menjadi katak dewasa.

g. Kupu-kupu
Ulat yang biasa kita temukan di pepohonan sebenarnya berbentuk larva kupu-kupu. Kupu-kupu ini merupakan jenis arthropoda atau serangga yang berkembang biak dengan cara bertelur atau ovipar. Kupu-kupu dewasa bertelur di permukaan daun, yang tumbuh menjadi larva dan ulat yang kita kenal. Ulat kemudian tertidur dalam kepompong dan berubah menjadi kupu-kupu kecil dan tumbuh menjadi kupu-kupu dewasa.

h. Platipus
Kebanyakan mamalia berkembang biak dengan melahirkan, tetapi ada juga beberapa mamalia yang berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur. Contohnya adalah platipus. Hewan yang satu ini tergolong monotremata. Monotremata berkembang biak dengan cara bertelur, tetapi masih memiliki kelenjar susu dan membesarkan keturunan melalui pori-pori lipatan kelenjar susu perut ibu.

i. Buaya
Contoh lain dari hewan ovipar atau bertelur adalah buaya. Buaya disebut hewan ovipar karena merupakan hewan amfibi yang berkembang biak dengan cara bertelur. buaya menggali lubang di gundukan tanah dan bertelur. Biasanya, buaya betina melindungi sarang dan masa mudanya.

Namun, tergantung pada jenis buaya, buaya dapat bertelur 7-95 telur pada waktu yang sama selama satu periode pemijahan. Telur buaya membutuhkan waktu sekitar 80 hari untuk menetas.

j. Semut
Hewan ini biasanya terdapat di taman hingga ruangan di dalam rumah. Semut juga termasuk dalam contoh hewan yang bertelur atau ovipar, Ratu semut dapat bertelur sekitar 100.000 hingga 300.000 telur dalam beberapa hari.

Perkembangbiakan telur ini dilakukan oleh ratu dengan pejantan wajib kawin dengan ratu. Telur yang menetas kemudian tumbuh menjadi semut pekerja, tentara, jantan, atau ratu baru.

Karakteristik Hewan Ovipar atau Bertelur
Seperti yang telah disebutkan, pola perkembangbiakan yang berbeda juga menghasilkan karakteristik yang berbeda dari hewan itu sendiri. Seperti hewan bertelur, ia memiliki karakteristik yang berbeda dari hewan lain. Berikut beberapa hal yang bisa membedakan hewan bertelur dengan spesies hewan lainnya.

a. Tidak ada daun telinga
Orang yang kesulitan membedakan hewan dengan proses reproduksi ovipar dapat melihatnya di daun telinganya. Ciri pertama dari hewan ovipar atau bertelur adalah tidak adanya daun telinga. Oleh karena itu, sangat mudah untuk membedakan hewan ovipar ketika melihatnya secara langsung.

b. Tidak memiliki kelenjar susu dan tidak mengisap susu
kita dapat mengenali spesies yang berkembang biak selama proses menyusui. Ciri-ciri hewan ovipar adalah tidak menyusui anaknya karena tidak memiliki kelenjar susu.

c. Induk mengerami telur hingga menetas
Saat Anda melihat induk bertelur di sarang atau sangkar, Anda dapat melihat induk sedang duduk untuk mengerami telur. Hal ini dilakukan agar telur tetap hangat dan hidup.

d. Telur berada di luar tubuh induknya
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, ciri-ciri hewan ovipar adalah telur dilepaskan di luar perut induknya, berkembang dan menetas.

2. Vivipar
Vivipar adalah reproduksi dengan cara melahirkan, Setelah pembuahan, embrio tumbuh dan berkembang di dalam rahim. Di dalam rahim, embrio menerima nutrisi dari makanan yang dicerna ibu melalui plasenta. Beberapa ciri hewan embrionik adalah tubuh yang dilindungi oleh kelenjar susu, telinga, dan rambut. Contoh hewan yang melahirkan adalah sebagai berikut.

a. Paus
Mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa ikan paus termasuk dalam kelompok ikan. Tentu saja, paus hidup di bawah air. Namun ternyata paus adalah sekelompok mamalia yang Berkembang biak dengan melahirkan.

b. Anjing Laut
Hewan melahirkan lain yang diketahui hidup di air adalah anjing laut. Mamalia ini adalah karnivora yang ditemukan di perairan dingin. Seperti mamalia lainnya, hewan ini berkembang biak dengan cara vivipar.

c. Lumba-lumba
Kelompok ikan lainnya yang berkembang biak dengan cara melahirkan adalah lumba-lumba. Ikan ini juga disebut ikan pesut, dan dikenal juga sebagai lumba-lumba air tawar, namun kini secara bertahap keberadaan mereka terancam dan masuk ke hewan yang dilindungi.

d. Kucing
Kucing adalah hewan lain yang berkembang biak dengan cara vivipar atau melahirkan. Hewan berbulu ini membutuhkan waktu sekitar 9 minggu untuk mengandung anak.

Kucing tumbuh dari bayi hingga dewasa. Siklus perkembangbiakan hewan berkaki empat ini tidak teratur pada waktu-waktu tertentu. Banyak faktor yang pada akhirnya menyebabkan kucing melakukan aktivitas seksual.

Unsplash.com

e. Anjing
Anjing juga merupakan hewan ternak yang berkembang biak dengan vivipar. Hewan-hewan ini mengalami siklus perkembangbiakan yang lebih teratur daripada kucing. Masa kehamilan hewan ini sekitar hari. Betina yang hamil bisa melahirkan 4 bayi atau bahkan lebih.

Grameds bisa membaca buku Aspek Reproduksi pada Pengembangbiakan Anjing untuk memperoleh informasi lebih dalam tentang jenis/cara anjing berkembang biak. Silakan tombol di bawah untuk mendapatkan bukunya.

f. Sapi
Sapi juga termasuk hewan melahirkan karena memiliki telinga dan kelenjar susu, mirip dengan karakteristik vivipar lainnya. Kucing dan anjing biasanya merupakan hewan peliharaan rumah, tetapi tidak seperti sapi. Hewan berkaki empat ini biasanya dibudidayakan untuk keperluan ternak.

Sapi biasanya digunakan untuk kulit, daging dan susu. Hewan ini memiliki masa kehamilan yang lama sekitar 270 hari. Uniknya, usia kehamilan sapi ini dipengaruhi oleh jenis kelamin bayinya. Jika bayinya laki-laki, usia kehamilannya bisa melebihi 270 hari.

g. Kambing
Ternak lain yang berkembang biak dengan cara melahirkan adalah kambing. Vertebrata ini memiliki periode kehamilan hingga 150 hari. Setelah lahir, kambing merokok sekitar tiga bulan.

h. Kuda
Kuda mengalami kehamilan lebih lama dari kambing. Waktu kehamilan kuda mencapai bulan setelah ovulasi. Hal-hal unik biasanya proses kelahiran setelah malam atau setelah matahari terbenam.

i. Gajah
Hewan vivipar lainnya adalah gajah. Hewan besar ini membutuhkan waktu sekitar 18 hingga 24 bulan untuk mengandung seorang anak. Gajah betina dewasa biasanya dapat melahirkan anak hanya 4-5 kali. Oleh karena itu, tidak heran jika populasi gajah terancam punah, karena perkembangbiakan gajah sangat terbatas.

j. Monyet
Contoh lain dari hewan melahirkan adalah monyet. Hewan yang satu ini memasuki kebuntingan setelah ovulasi. Masa kehamilan tergantung pada fisiologi monyet. Beberapa spesies monyet adalah owa, orangutan, simpanse, gorila, dan bekantan.

k. Tikus
Hewan pengerat ini juga termasuk dalam kelompok hewan yang melahirkan. Tikus membutuhkan lebih dari 20 hari untuk mengandung anak sebelum mereka lahir.

l. Kelelawar
Hewan nokturnal ini juga termasuk dalam kelompok vivipar atau melahirkan. Kelelawar memiliki masa kehamilan sekitar 3 sampai 6 bulan.

Karakteristik Hewan Vivipar atau Melahirkan
Untuk mempelajari lebih lanjut tentang kelompok hewan yang berkembang biak dalam embrio, Anda dapat menemukan ciri-ciri berikut.

* Memiliki kelenjar susu.
* Memiliki daun telinga.
* Tubuhnya ditutupi bulu dan rambut.
* Umumnya menyusui atau mamalia.
* Janin berkembang dalam tubuh ibu sebelum lahir.

3. Ovovivipar
Dalam ovovivipar setelah pembuahan, embrio yang dihasilkan tumbuh dan berkembang di dalam telur. Sepintas, kedengarannya seperti ovipar. Namun, pada ovovivipar, telur tidak dikeluarkan dari tubuh ibu, tetapi tetap berada di tubuh ibu sampai menetas.

Setelah menetas, anak-anak akan lahir. Jumlah hewan yang berkembang biak secara ovovivipar tidak sebanyak hewan yang berkembang biak secara ovipar dan vivipar. Contoh hewan ovovivipar adalah sebagai berikut.

a. Hiu
Contoh pertama dari hewan ovovivipar adalah hiu. Makhluk laut yang terkenal ini telah ditemukan berkembang biak dengan melahirkan sekaligus bertelur. Hiu dapat menyimpan telur di dalam tubuhnya.

Telur kemudian menetas dan hiu bertelur ketika embrio cukup berkembang di luar tubuh ibu. Embrio hiu diketahui bebas dari arias. Oleh karena itu, perlu dilakukan penimbunan pakan dari telur untuk menjaga pertumbuhannya.

b. Ikan pari
Ikan pari juga termasuk dalam kelompok hewan ovovivipar yang habitatnya di laut. Embrio ikan pari tumbuh dan berkembang dalam telur dengan bantuan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Ketika embrio dianggap cukup optimal, maka induk akan melahirkan.

c. Kuda laut
Kuda laut adalah contoh dari hewan ovovivipar yang lain. Hewan ini memiliki sistem reproduksi yang cukup unik. Pejantan akan melakukan tugas mengandung, bukan kuda laut betina yang bertugas demikian.

Hal ini karena kuda laut jantan memiliki kantong yang memiliki kemampuan untuk menyimpan dan menetaskan telur. Ini akan memungkinkan kuda laut untuk tumbuh lebih baik.

Kompasiana

d. Guppy
Guppy biasanya dilihat sebagai ikan hias. Ikan ini berukuran kecil dan memiliki tampilan yang cantik dan menarik. Tapi siapa yang mengira guppy akan berkembang biak dengan bertelur dan melahirkan?

Ikan ini diketahui membutuhkan waktu hari untuk hamil dan melahirkan anak. Ikan hias ini bisa menghasilkan 2 sampai 100 ekor ikan setiap saat. Anehnya, begitu ikan guppy lahir, Anda bisa berenang, mencari makan, dan menghindari musuh.

e. Platipus
Platipus adalah hewan semi-akuatik yang biasa ditemukan di benua Australia. Hewan ini biasanya berkembang biak dengan cara bertelur seperti kawanan burung. Namun, platipus ternyata adalah hewan yang istimewa. Ia ditemukan memiliki kelenjar susu seperti mamalia yang berkembang biak dengan cara melahirkan.

Oleh karena itu, para ahli biologi memasukkan platipus sebagai kelompok hewan ovovivipar. Hewan ini juga dikenal sebagai hewan peralihan dari evolusi ke mamalia yang berlangsung di kelas burung.

f. Kadal
Contoh hewan ovovivipar selanjutnya adalah kadal. Hewan ini dikenal menyimpan telur di dalam tubuhnya. Embrio kadal tumbuh menggunakan kuning telur sebagai nutrisi. Ketika individu baru lahir dari embrio, ibu kadal melahirkannya.

Reptil kulit kasar berkaki empat ini ditemukan di tanah yang gembur atau berpasir. Namun, beberapa kadal hidup di pepohonan.

g. Salamander
Hewan lain yang berkembang biak secara Ovovivipar adalah salamander. Hewan itu terlihat seperti kadal, memiliki tubuh yang ramping, ekor yang panjang, dan hidung yang pendek. Hewan ini biasanya ditemukan di air terjun dan rawa-rawa. Kulit hewan ini sangat lembab sehingga membutuhkan lingkungan yang berair untuk hidup.

h. Bunglon
Hewan ovovivipar lainnya adalah bunglon. Hewan ini dapat meningkatkan populasinya dengan cara menyimpan telur di dalam tubuh induknya. Setelah itu, ibu bunglon melahirkan seekor bayi.

Selain metode reproduksi yang unik ,bunglon juga memiliki kemampuan yang berbeda dari hewan lain. Bunglon dapat merubah warnanya menjadi lebih terang atau lebih gelap. Untuk menemukan hewan ini, Anda bisa mencarinya di semak-semak dan pohon-pohon.

Jenis/Cara Hewan Berkembangbiak dengan Vegetatif
Perkembangbiakan atau reproduksi hewan berikut adalah vegetatif atau aseksual. Reproduksi ini dilakukan tanpa perkawinan. Secara umum, reproduksi vegetatif terjadi pada hewan tingkat rendah. Hewan yang bermasalah memiliki struktur tubuh yang tidak sempurna. Ada tiga jenis reproduksi vegetatif, yaitu tunas, fragmentasi, dan membelah diri.

1. Tunas
Tunas muncul di tubuh induk hewan. Setelah cukup umur, batang atas terpisah dari tubuh induknya dan membentuk individu baru. Contoh hewan yang berkembang biak dengan tunas adalah fragmentasi porifera dan hydra.

2. Fragmentasi
Fragmentasi adalah metode di mana hewan berkembang biak dengan memotong atau memisahkan bagian dari tubuhnya. Contoh hewan yang berkembang biak dengan cara ini adalah beberapa spesies planaria dan cacing.

3. Membelah Diri
Kompas.com

Reproduksi dengan membelah diri adalah dengan membagi tubuhnya menjadi dua bagian yang sama. Contohnya adalah amuba yang sangat kecil yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop.

Itulah beberapa jenis/cara hewan berkembangbiak yang harus kita ketahui. Agar lebih memahaminya lagi, Grameds bisa membaca buku-buku terkait dengan mendapatkannya di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas Gramedia selalu memberikan produk terbaik, agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Arizal Muhammad Valevi

BACA JUGA:

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.”

* Custom log
* Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
* Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
* Tersedia dalam platform Android dan IOS
* Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
* Laporan statistik lengkap
* Aplikasi aman, praktis, dan efisien