Tata Cara Shalat Idul Adha Yang Lengkap Dan Benar

Tata cara shalat Idul Adha merupakan panduan bagi umat Islam untuk menyempurnakan ibadah shalat sunnah pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap setahun sekali. Sebagian umat Islam sudah ada yang mengetahui tata caranya. Namun ada sebagian umat Islam lain yang sudah lupa karena ibadah ini dilaksanakan pada tahun sekali saja.

Usai menuliskan tentang niat puasa Arafah dan niat shalat Idul Adha, maka pada kesempatan ini kami akam menyampaikan tata caa shalat Idul Adha untuk pada pembaca yang akan melaksanakannya.

Ada banyak keutamaan dalam shalat Idul Adha. Karena itu, banyak umat Islam yang ramai datang pada hari pelaksanaannya. Apa lagi usai shalat, biasanya mereka akan menyaksikan ada pemotongan hewa qurbna di pekarangan masjid. Ok, kita tidak bahas tentang qurban, kita kembali fokus pada judul artikel ini.

Jamaah sedang sholat (via detik)Berdasarkan hasil pencarian yang kami lakukan, akhirnya kami menemukan informasi mengenai tata cara shalat Idul Adha. Simak informasinya berikut ini:

Tata Cara Sholat Idul Adha
Islam mengatur semua aspek kehidupan. Termasuk tentang tata cara sholat Idul Adha. Tujuan dari memahami tata cara ini agar ibadah yang akan dilakukan jadi maksimal sesuai dengan tuntutan syariat Islam.

Sholat Idul Adha dikerjakan secara berjamaah. Usai sholat selesai ditunaikan, khutbah disampaikanoleh khatib, berbeda dengan sholat Jum’at yang khatib dahulu ceramah baru sholat.

Berikut ini beberapa hal terkait pelaksanaan sholat Idul Adha yang penting diketahui:

1. Pada Shalat Idul Adha Tidak Ada Sholat Sunnah Qobliyah dan Ba’diyah

Sholat sunnah Idul Adha tidak didahului dengan sholat sunnah qobliyah dan tidak pula diakhiri dengan sholat sunnah ba’diyah. Sebagaimana hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar pada hari Idul Adha atau Idul Fitri, lalu beliau mengerjakan shalat ‘ied dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan shalat qobliyah maupun ba’diyah. (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Tidak Ada adzan dan Juga tidak ada iqomah pada Shalat Idul Adha

Sholat idul adha tidak didahului dengan adzan, tidak pula ada iqomah. Hal ini sebagaimana hadits dari Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhu:

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ

Artinya:

“Aku beberapa kali melaksanakan shalat ‘ied bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada adzan maupun iqomah.”

Secara praktis, tata cara sholat idul adha adalah sebagai berikut:

Ada ulama yang berpendapat niat harus di lafadzkan dan ada pula yang berpendapat hanya dalam hati saja. Keduanya tidak salah, yang salah adalah orang yang tidak melakukan shalat Idul Adha tanpa adalah syar’i.Melakukan

2.Takbiratul Ihram

Seperti sholat pada umumnya yang juga melakukan aktivitas ini.

3. Takbir lagi (takbir zawa-id) sebanyak tujuh kali. Di antara takbir disunnahkan membaca dzikir memuji Allah.

Pada takbir ini, imam akan mengulangi sampai 7 kali dan makmum harus mengikutinya.

4. Membaca surat Al Fatihah dilanjutkan surat lainnya

5. Ruku’ dengan tuma’ninah

6. I’tidal dengan tuma’ninah

7. Sujud dengan tuma’ninah

8. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

9. Sujud kedua dengan tuma’ninah

10. Bangkit dari sujud dan bertakbir

11. Takbir zawa-id sebanyak lima kali. Di antara takbir disunnahkan membaca dzikir memuji Allah.

Beda dengan rakaat pertama yang dilakukan sebanyak 7 kali, di rakaat kedua hanya dilakukan sebanyak 5 kali saja.

12. Ruku’ dengan tuma’ninah

13. I’tidal dengan tuma’ninah

14. Sujud dengan tuma’ninah

15. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

16. Sujud kedua dengan tuma’ninah

17. Duduk tasyahud dengan tuma’ninah

18. Salam

Singkatnya, yang berbeda dari sholat lainnya adalah niat dan takbir zawa-id. Di antara setiap takbir zawa-id, dianjurkan membaca dzikir dengan memuji Allah. Di antaranya dengan bacaan:

Dalam tulisan Arab:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Dalam tulisan Indonesia:

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar

Artinya:

“Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar”

Pada manusia normal, maka shalat Idul Adha harus dilakukan sesuai dengan tata cara diatas. Namun bagi jamaah yang sedang tidak sehat atau orang tua yang sudah tidak kuat untuk berdiri, maka dapat dilakukan sesuai kondisional dengan memakai kursi atau dalam posisi duduk. Islam adalah agama yang mudah.

via TribunnewsBaca: Hari Tasyrik Idul Adha

Demikian kami sampaikan tentang tata cara shalat Idul Adha. Semoga bermanfaat kepada para pembaca dan terima kasih sudah mampir.

Semua tata cara sholat Idul Adha diatas dilakukan harus dengan tertib. Tiada kesempurnaan dicapai tanpa melakukannya dengan tertib sesuai dengan pedoman yang sudah ada.