zenduck.me: Catat Inilah Jadwal Hujan Meteor yang Melintasi Bumi di Sepanjang Tahun 2023


Untung99 menawarkan beragam permainan yang menarik, termasuk slot online, poker, roulette, blackjack, dan taruhan olahraga langsung. Dengan koleksi permainan yang lengkap dan terus diperbarui, pemain memiliki banyak pilihan untuk menjaga kegembiraan mereka. Selain itu, Untung99 juga menyediakan bonus dan promosi menarik yang meningkatkan peluang kemenangan dan memberikan nilai tambah kepada pemain.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian zenduck.me dengan judul zenduck.me: Catat Inilah Jadwal Hujan Meteor yang Melintasi Bumi di Sepanjang Tahun 2023 yang telah tayang di zenduck.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

SOBATINDONEWS.COM, Jakarta – Di sepanjang tahun 2023, banyak meteor yang akan melintasi bumi seperti Alfa-Centaurid (8/2), Gamma-Normid (15/3), dan Leonid Minorid Des (20/12).

Berdasarkan unggahan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), bulan Desember akan menjadi bulan yang paling banyak terlihat hujan meteor.

Meteor merupakan sebutan untuk bebatuan atau debu antar planet yang memasuki atmosfer bumi lalu terbakar karena bergesekan dengan atmosfer bumi. Maka hujan meteor artinya meteor yang jatuh dengan jumlah banyak yang terlihat seolah-olah seperti hujan yang turun.

Berikut jadwal hujan Meteor di sepanjang tahun 2023. (Sumber: LAPAN)

Hujan Meteor Mayor Puncak Intensitas di Indonesia Fase Bulan Elongasi Lunar
Quadrantid 04 Januari 33-64 meteor/jam Cembung Awal
(91%)
106 derajat
Lyrid 23 April 13-16 meteor/jam Sabit Awal
(8%)
115 derajat
Eta-Aquariid 06 Mei 42-43 meteor/jam Purnama
(100%)
114 derajat
Delta-Aquariid 31 Juli 23-25 meteor/jam Cembung Awal
(93%)
58 derajat
Perseid 13 Agustus 36-61 meteor/jam Sabit Akhir
(11%)
28 derajat
Aquanid 22 Oktober 18-20 meteor/jam Perbani Awal
(46%)
132 derajat
Leonid 18 November 8-12 (Rote Ndao)
9-14 (Sabang)
Sabit Awal
(23%)
144 derajat
Geminid 15 Desember 108,5-134 meteor/jam Sabit Awal
(4%)
172 derajat
Ursid 23 Desember 0 meteor/jam (5 derajat LS)
3 meteor/jam (Sabang)
Cembung Awal
(83%)
88 derajat
Hujan Meteor Minor Kelas II Puncak Intensitas di Indonesia Fase Bulan Elongasi Lunar
Alfa-Centaurid 8 Februari 2,6-4,0 meteor/jam Cembung Akhir
(96%)
80 derajat
Gamma-Normid 15 Maret 3,4-4,6 meteor/jam Perbani Akhir
(52%)
30 derajat
Pegasid 10 Juli 4,5-4,9 meteor/jam Perbani Akhir
(53%)
35 derajat
Alfa-Capricornid 31 Juli 4,8-5,0 meteor/jam Cembung Awal
(93%)
30 derajat
Aurigid 1 September 3,4-4,6 meteor/jam Purnama
(99%)
103 derajat
Epsilon-Perseid 10 September 3,2-4,1 meteor/jam Sabit Akhir
(23%)
53 derajat
Draconid 9 Oktober 1,8-3,0 meteor/jam Sabit Akhir
(24%)
90 derajat
Taurid Selatan 6 November 6,3-6,9 meteor/jam Perbani Akhir
(46%)
85 derajat
Taurid Utara 13 November 4,2-4,8 meteor/jam Bulan Baru
(<1%)<>
162 derajat
Puppid-Velid 8 Desember 6,3-8,3 meteor/jam Sabit Akhir
(26%)
72 derajat
Sigma-Hydrid 10 Desember 6,8-7,0 meteor/jam Sabit Akhir
(11%)
89 derajat
Leonis Minorid Des. 20 Desember 3,8-4,6 meteor/jam Perbani Awal (51%) 150 derajat
Hujan Meteor Minor
Kelas III
Puncak Intensitas di Indonesia Fase Bulan Elongasi Lunar
Pi-Puppid 24 April 0-24 (Sabang)
0-32 (Rote Ndao)
Sabit Awal
(19%)
77 derajat
Tau-Herculid 2 Juni 1-67 (Sabang)
1-57 (Rote Ndao)
Cembung Awal
(97%)
49 derajat
Bootid Juni 27 Juni 0-74 (Sabang)
0-52 (Rote Ndao)
Cembung Awal
(61%)
58 derajat
Iota-Aquariid 22 Agustus 5,0-10,0 (Sabang)
4,9-9,8 (Rote Ndao)
Sabit Awal
(23%)
147 derajat
Alfa-Monocerotid 22 November 5,0-398 (Sabang)
4,9-392 (Rote Ndao)
Cembung Awal
(65%)
129 derajat
Phoenicid 2 Desember 0-52 (Sabang)
0-74 (Rote Ndao)
Cembung Akhir
(74%)
128 derajat
Hujan Meteor Minor Kelas IV Puncak Intensitas di Indonesia Fase Bulan Elongasi Lunar
Gamma-Ursae Minorid 18 Januari 0,5-1,4 meteor/jam Sabit Akhir
(21%)
89 derajat
Eta-Lyrid 11 Mei 1,8-2,4 meteor/jam Cembung Akhir
(70%)
68 derajat
Arietid Siang Hari 8 Juni 24,6-28,5 meteor/jam Cembung Akhir
(80%)
97 derajat
Piscis Austrinid 29 Juli 4,6-4,1 meteor/jam Cembung Awal
(78%)
82 derajat
Gamma-Draconid 28 Juli 2,4-3,5 meteor/jam Cembung Awal
(76%)
81 derajat
Eta-Eridanid 8 Agustus 2,8-3,0 meteor/jam Cembung Akhir
(56%)
30 derajat
Kappa-Cygnid 17 Agustus 1,0-1,8 meteor/jam Sabit Awal
(1%)
96 derajat
Sextantid Siang Hari 28 September 4,9-5,0 meteor/jam Cembung Awal
(97%)
163 derajat
Camelopardalid Oktober 6 Oktober 0,1-1,5 meteor/jam Cembung Akhir
(56%)
58 derajat
Delta-Aurigid 12 Oktober 1,1-1,6 meteor/jam Sabit Akhir
(7%)
79 derajat
Epsilon-Geminid 19 Oktober 2,4-2,8 meteor/jam Sabit Awal
(17%)
153 derajat
Leonis Minorid 25 Oktober 0,7-1,2 meteor/jam Cembung Awal
(79%)
156 derajat
Andromedid 5 November 2,0-2,6 meteor/jam Sabit Akhir
(47%)
94 derajat
Orionid November 25 November 2,7-2,9 meteor/jam Purnama
(98%)
13 derajat
Monocerotid Desember 10 Desember 2,8-3,0 meteor/jam Sabit Akhir 114 derajat
Coma Berenicid 16 Desember 2,5-2,9 meteor/jam Sabit Awal
(11%)
133 derajat