zenduck.me: Fenomena Hujan Meteor Eta Aquarid 6 Mei 2023 Catat Jadwal Proses Terjadinya Dampak dan Cara Melihat


Untung99 menawarkan beragam permainan yang menarik, termasuk slot online, poker, roulette, blackjack, dan taruhan olahraga langsung. Dengan koleksi permainan yang lengkap dan terus diperbarui, pemain memiliki banyak pilihan untuk menjaga kegembiraan mereka. Selain itu, Untung99 juga menyediakan bonus dan promosi menarik yang meningkatkan peluang kemenangan dan memberikan nilai tambah kepada pemain.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian zenduck.me dengan judul zenduck.me: Fenomena Hujan Meteor Eta Aquarid 6 Mei 2023 Catat Jadwal Proses Terjadinya Dampak dan Cara Melihat yang telah tayang di zenduck.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di koresponden@zenduck.me, Terimakasih.

KOMPAS.com – Selain gerhana Bulan panumbra, masyarakat Indonesia juga bisa menyaksikan fenomena hujan meteor Eta Aquarid pada Sabtu, 6 Mei 2023 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan oleh peneliti dari Pusat Penelitian Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Emanuel Sungging Mumpuni yang menyampaikan bahwa fenomena hujan meteor Eta Aquarid akan terjadi di antara April-Mei 2023.

Di mana, Eta Aquarid akan mengalami fase puncak sekitar 5-6 Mei 2023.

“Puncaknya akan terjadi sekitar 6 Mei 2023, namun pada¬†6 Mei itu sedang ada gerhana Bulan penumbra, jadi peluangnya untuk terlihat akan lebih kecil,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (4/5/2023).

Baca juga: LINK Live Streaming Gerhana Bulan Penumbra 5 Mei 2023

Baca juga: 9 Fenomena Astronomi 2023, dari Hujan Meteor hingga Gerhana

Lebih lanjut, Emanuel menjelaskan, Eta Aquarid merupakan fenomena hujan meteor yang disebabkan oleh butir-butir debu dan pasir yang dilepaskan komet Halley.

Di mana komet Hally tersebut beredar sekitar 76 tahun untuk satu kali putarannya.

“Dalam prosesnya, akan ada kilatan cahaya dari arah Aquarius. Nantinya kilatan tersebut dapat diamati pada arah timur dini hari, antara pukul 2-6 pagi,” terangnya.

“Kemudian, pada puncaknya nanti, bisa terlihat hingga 30 meteor/jam. Fenomena tersebut bisa dilihat ketika langit sedang gelap tidak berawan dan tidak berbulan,” sambungnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa hujan meteor merupakan siklus tahunan ketika Bumi beredar dalam orbitnya saat mengelilingi Matahari.

Baca juga: Cara Melihat Puncak Hujan Meteor Eta Aquarid 6 Mei 2023, Catat Waktu dan Arahnya

Cara melihat fenomena Eta Aquarid

Emanuel menyampaikan, fenomena alam tersebut dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

Masyarakat yang ingin menyaksikan hujan meteor Eta Aquarid tersebut bisa melihatnya secara langsung tanpa harus menggunakan alat bantu, seperti halnya saat gerhana Matahari hibrida beberapa waktu lalu.

Meskipun begitu, ia menyarankan agar masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena alam tersebut untuk melihat ke arah timur di mana Eta Aquarid akan muncul.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Satelit Terbesar Saturnus Titan Ditemukan

Apa dampak dari Eta Aquarid?

Emanuel menyampaikan, fenomena hujan meteor Eta Aquarid yang akan terjadi pada 6 Mei mendatang tidak akan berdampak signifikan bagi bumi.

“Tidak ada dampak yang akan terjadi, karena sepanjang malam dalam sepanjang tahun selalu ada hujan meteor meskipun dengan nama yang berbeda-beda,” ucapnya.

Baca juga: Gerhana Bulan Panumbra 5-6 Mei 2023: Proses Terjadinya, Jadwal, Lokasi, Dampak, dan Cara Melihat

Kecepatan hujan meteor Eta Aquarid

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (3/5/2023), puncak hujan meteor Eta Aquarid terjadi pada bulan Mei setiap tahunnya.

Menurut National Aeronautics and Space Administration (NASA), hujan meteor Eta Aquarid dikenal karena kecepatannya, yakni sekitar 148.000 mph (66 km/detik) ke atmosfer Bumi.

Meteor yang cepat dapat meninggalkan “rangkaian panjang” yang bersinar (puing-puing pijar setelah meteor), yang berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa menit.

Secara umum, sekitar 30 meteor Eta Aquarid dapat dilihat per jam selama puncak hujan meteor terjadi.

Baca juga: NASA Tawarkan Rp 502,3 Juta untuk Desain Toilet di Bulan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.