zenduck.me: Fenomena Hujan Meteor Yang Bakal Hiasi Langit Indonesia Sepanjang 2023


Untung99 menawarkan beragam permainan yang menarik, termasuk slot online, poker, roulette, blackjack, dan taruhan olahraga langsung. Dengan koleksi permainan yang lengkap dan terus diperbarui, pemain memiliki banyak pilihan untuk menjaga kegembiraan mereka. Selain itu, Untung99 juga menyediakan bonus dan promosi menarik yang meningkatkan peluang kemenangan dan memberikan nilai tambah kepada pemain.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian zenduck.me dengan judul zenduck.me: Fenomena Hujan Meteor Yang Bakal Hiasi Langit Indonesia Sepanjang 2023 yang telah tayang di zenduck.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

JAKARTA – Seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2023 mendatang sejumlah fenomena astronomi akan mewarnai langit Indonesia. Salah satunya fenomena hujan meteor yang umumnya kerap menarik banyak masyarakat untuk dapat menyaksikannya.

Di tahun 2023, setidaknya akan ada 43 hujan meteor yang akan terjadi di Indonesia. Namun demikian, tidak semuanya dapat disaksikan secara sempurna. Hal ini dikarenakan terdapat bulan sebagai sumber cahaya alami yang dapat mengurangi intensitas pengamatan hujan meteor. 

Fenomena hujan meteor sendiri dapat diamati secara maksimal ketika bulan berumur kurang dari 10 hari (sebelum fase benjol awal/bulan besar) atau lebih dari 25 hari (saat bulan memasuki fase sabit akhir). 

Berikut ini waktu hujan meteor yang bisa diamati di Indonesia, khususnya pada jenis Hujan Meteor Utama atau Mayor. Yakni hujan meteor yang berintensitas lebih dari 10 meteor/jam di zenit. Setidaknya, ada sembilan hujan meteor jenis ini yang bisa disaksikan sepanjang tahun 2023.

Guadrantid

Hujan meteor quadrantid sudah aktif sejak tanggal 27 Desember 2022 hingga 13 Januari 2023, dengan puncaknya pada 4 Januari pagi hari. Hujan meteor ini dapat disaksikan pada 4 Januari pukul 03.00 WIB di arah timur laut, dan mulai memudar seiring terbitnya matahari.

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan radian yang terletak di asterisme quadrans muralis, yang saat ini menjadi bagian dari konstelasi bootes. Sumber hujan meteor ini berasal dari asteroid 2003 eh1 dan komet c/1490 y1. Intensitas saat di zenit mencapai 110 meteor/jam dengan kelajuan mencapai 147.600 km/jam. 

Lirid

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan radian yang terletak di konstelasi lyra. Sumber hujan meteor ini berasal dari komet c/1861 g1 (thatcher). Intensitas saat di zenit mencapai 18 meteor/jam dengan kelajuan mencapai 176.400 km/jam. 

Lyrid aktif sejak 13 April sampai 1 Mei, dan puncaknya 23 April dini hari. Hujan meteor ini dapat disaksikan sejak 22 April pukul 22.30 di arah timur laut, berkulminasi di utara pukul 04.00 WIB, dan memudar di arah barat laut seiring terbitnya matahari.

Eta- aquariid

Dengan intensitas saat di zenit mencapai 50 meteor/jam dengan kelajuan mencapai 237.600 km/jam, hujan meteor Eta-aquariid sudah aktif sejak 18 April-28 Mei, puncaknya sekitar 6 April paqi hari. Hujan meteor ini dapat disaksikan pada 6 Mei pukul 03.00 WIB di arah timur, dan mulai memudar seiring terbitnya matahari.

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan radian yang terletak di bintang eta-aquarii konstelasi akuarius. Sumber hujan meteor ini berasal dari komet 1p/halley yang mengorbit matahari dengan periode 76 tahun. 

Delta- aquariid (delta- aquariid selatan/ delta- aquariid selatan)

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan radian yang terletak di bintang delta-aquarii konstelasi akuarius. Penambahan kata “selatan” menunjukkan lintasan hujan meteor ini berada di belahan langit selatan, berbeda dengan Eta-aquariid yang berada di ekuator langit maupun Lota-aquariid yang berada di belahan langit utara. 

Sumber hujan meteor ini berasal dari komet 96p/machholz yang mengorbit matahari dengan periode 5,3 tahun. Intensitas saat di zenit mencapai 25 meteor/jam dengan kelajuan mencapai 147.600 km/jam. Delta aquariid sudah aktif sejak 12 Juli – 24 Agustus, dan puncaknya pada 31 Juli dini hari. Hujan meteor ini dapat disaksikan pada 30 Juli arah tenggara setelah matahari terbenam, berkulminasi sekitar pukul 02.00 WIB di arah selatan, dan memudar di arah barat daya seiring matahari terbit.

Perseid

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan radian yang terletak di konstelasi perseus. sumber hujan meteor ini berasal dari komet 109p/swift tuttle yang mengorbit matahari dengan periode 133 tahun. Intensitas saat di zenit mencapai 100 meteor/jam dengan kelajuan mencapai 212.400 km/jam. 

Perseid aktif sejak 17 Juli – 25 Agustus dan puncaknya sekitar 13 Agustus saat fajar. hujan meteor ini dapat disaksikan pada 13 Agustus di arah timur laut saat tengah malam, berkulminasi di utara pukul 05.00 WIB, dan memudar di arah barat laut seiring matahari terbit.

Orionida

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan radian yang terletak di konstelasi orion. Sumber hujan meteor ini berasal dari komet 1p/halley yang mengorbit matahari dengan periode 76 tahun. 

Intensitas saat di zenit mencapai 20 meteor/jam dengan kelajuan mencapai 237.600 km/jam. Orionid mulai aktif sejak 2 Oktober – 8 November dan puncaknya sekitar 22 Oktober saat fajar. Hujan Meteor Ini dapat disaksikan pada 21 Oktober di arah timur sekitar pukul 22.00 WIB, berkulminasi di utara pukul 04.00 WIB, dan memudar di barat laut seiring matahari terbit.

Leonid

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan radian yang terletak di konstelasi leo. sumber hujan meteor ini berasal dari komet 55p/tempel tuttle yang mengorbit matahari dengan periode 33 tahun. Intensitas saat di zenit bervariasi antara 10-15 meteor/jam dengan kelajuan mencapai 255.600 km/jam. 

Leonid sudah aktif sejak 6 November – 1 Desember dan puncaknya sekitar 18 November pagi hari. Hujan meteor ini dapat disaksikan pada 18 November tengah malam dari arah timur, dan memudar di arah utara seiring matahari terbit.

Geminid

Leonid sudah aktif sejak 4-20 Desember dan puncaknya sekitar 15 Desember dini hari. Hujan meteor ini dapat disaksikan pada 14 Desember pukul 20.30 WIB dari arah timur laut, berkulminasi pukul 02.00 WIB di arah utara, dan memudar di arah barat laut seiring terbitnya matahari.

Hujan meteor ini dinamai berdasarkan radian yang terletak di konstelasi gemini. Sumber hujan meteor ini berasal dari asteroid 3200 phaethon yang mengorbit matahari dengan periode 1,4 tahun. Intensitas saat di zenit mencapai 150 meteor/jam dengan kecepatan mencapai 126.000 km/jam

Ursid

Terakhir ada hujan meteor Ursid yang sudah aktif sejak 16-26 desember dan puncaknya sekitar 23 desember pagi hari. Hujan meteor ini dapat disaksikan pada 23 desember pukul 01.00 dari arah utara, dan memudar di arah utara seiring matahari terbit. Meski sayangnya pengamat yang terletak di sebelah selatan 5°ls tidak dapat menyaksikan fenomena ini.

Hujan meteor ini sendiri dinamai berdasarkan radian yang terletak di konstelasi ursa minoris. Sumber hujan meteor ini berasal dari komet 8p/tuttle yang mengorbit matahari dengan periode 13,6 tahun. Dan intensitasnya saat di zenit mencapai 10 meteor/jam dengan kecepatan mencapai 118.800 km/jam. 

Hujan Meteor Minor

Selain sembilan hujan meteor utama di atas, 34 hujan meteor lainnya yang akan mewarnai langit Indonesia sepanjang tahun 2023 adalah hujan meteor yang berjenis Hujan Meteor Minor.

Hujan Meteor ini berintensitas kurang dari atau sama dengan 10 meteor/jam, maupun yang bervariasi saat di zenit. Hujan meteor minor dapat dibagi menjadi tiga, yakni kelas II, kelas III dan kelas IV.

Kelas II adalah sekumpulan hujan meteor yang intensitasnya kurang dari 10 meteor/jam. Di mana akan ada sekitar 12 hujan meteor jenis ini yang terjadi di Indonesia sepanjang 2023.

Berikutnya Kelas III, sekumpulan hujan meteor yang intensitasnya bervariasi, dan ada enam kali muncul di Indonesia sepanjang 2023. Serta yang terakhir Kelas IV, sekumpulan hujan meteor yang intensitasnya kurang dari 5 meteor/jam tetapi terkadang dapat mencapai lebih dari 10 meteor/jam. Untuk hujan meteor jenis ini akan cukup sering terjadi, yakni sebanyak 16 kali sepanjang tahun 2023.