zenduck.me: Penyanyi Sinead OConnor Meninggal Dunia Usia 56 Ini Kisah Hidupnya


Untung99 menawarkan beragam permainan yang menarik, termasuk slot online, poker, roulette, blackjack, dan taruhan olahraga langsung. Dengan koleksi permainan yang lengkap dan terus diperbarui, pemain memiliki banyak pilihan untuk menjaga kegembiraan mereka. Selain itu, Untung99 juga menyediakan bonus dan promosi menarik yang meningkatkan peluang kemenangan dan memberikan nilai tambah kepada pemain.

Berikut adalah artikel atau berita tentang Harian zenduck.me dengan judul zenduck.me: Penyanyi Sinead OConnor Meninggal Dunia Usia 56 Ini Kisah Hidupnya yang telah tayang di zenduck.me terimakasih telah menyimak. Bila ada masukan atau komplain mengenai artikel berikut silahkan hubungi email kami di [email protected], Terimakasih.

Penyanyi wanita asal Irlandia yang populer berkat musik hit berjudul “Nothing Compares 2 U” pada tahun 1990, Sinead O’Connor, meninggal dunia di usia 56 tahun. Wafatnya wanita kelahiran Glenageary 8 Desember 1966 ini diumumkan oleh keluarganya, Rabu (26/7).

“Dengan sangat sedih kami mengumumkan meninggalnya Sinead yang kami cintai. Keluarga dan teman-temannya sangat terpukul dan meminta privasi pada saat yang sagat sulit ini,” tulis pernyataan keluarga O’Connor seperti dikutip Reuters, Kamis (27/7).

Tidak diinformasikan apa penyebab kematian penyanyi yang identik dengan cukuran skinhead-nya ini. O’Connor mengubah citra wanita dalam industri musik selamanya berkat pandangannya yang blakblakan tentang agama, seksualitas, feminisme, dan perang, yang menjadi warna musiknya.

Kisah Hidup Sinead O’Connor

O’Connor terjun ke kancah musik global dengan musik hit berjudul “Nothing Compares 2 U” pada tahun 1990-an. Dia dikenang salah satunya karena aksinya merobek foto Paus Yohanes Paulus II saat tampil di televisi pada 1992 di acara “Saturday Night Live” dan menyatakan ”lawan musuh yang sebenarnya”.

Kritiknya terhadap Katolik sangat kontroversial di beberapa bagian di Irlandia, namun juga menjadi representasi berani dari pergeseran yang terjadi di masyarakat yang jauh dari gereja, yang pengaruhnya mulai runtuh pada dekade itu karena serangkaian skandal pelecehan seks anak oleh pendeta.

Dalam memoarnya pada 2021, O’Connor mengatakan bahwa ibunya, yang tewas dalam kecelakaan mobil pada 1985, melecehkannya secara fisik dan mental sebagai seorang anak.

Dia dikirim ke sekolah reformasi untuk anak perempuan tetapi ia keluar pada usia remaja untuk fokus pada karir di bidang musik, setelah ikut menulis lagu untuk band Irlandia In Tua Nua. Drummer grup band itu menemukan menyanyi O’Connor di pernikahan saudara perempuannya.

Dia pindah ke London pada tahun 1985 dan setelah menghapus kaset awal untuk LP debutnya dengan alasan bahwa produksinya terlalu “Celtic”, dia mengambil kursi produser sendiri dan mulai merekam ulang album, berjudul “The Lion and the Cobra”. Berkat lagu itu O’Connor mendapatkan nominasi Grammy Award.

Adapun lagu “Nothing Compares 2 U” yang merupakan ciptaan musisi legendari Prince, pertama kali muncul di album 1985 untuk proyek sampingannya keluarga. Namun Prince baru mulai membawakan lagu itu secara lebih rutin setelah penampilan O’Connor yang memukau dalam video musiknya yang membuat lagu itu menjadi hit nomor satu dunia.

Berkat lagu itu O’Connor kembali mendapatkan empat nominasi Grammy, dan memenangi kategori “best alternative music performance”. Namun dia menolak seremonial penghargaan tersebut sebagai protes atas nilai materialistis industri musik yang menurutnya salah dan merusak.

Sinead juga pernah dikritik oleh legenda musik Amerika Frank Sinatra karena tidak mengizinkan  lagu kebangsaan AS “The Star Spangled Banner” dinyanyikan sebelum konsernya di Amerika. Dia juga dicemooh di konser penghormatan Bob Dylan di Madison Square Garden.

Dalam wawancara dengan New York Times pada 2021, O’Connor mengakui bahwa reaksi terhadap protesnya terhadap pelecehan seksual oleh pendeta sangat traumatis, tetapi dia tidak pernah menyesalinya.

Dia merilis dua album lagi di awal 1990-an dan beberapa lagi di tahun 2000-an sambil secara terbuka berbagi perjuangannya dengan penyakit kesehatan mental. Putra remajanya Shane, salah satu dari empat anaknya, bunuh diri tahun lalu.

O’Connor, yang menikah empat kali, ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1999 oleh kelompok Katolik yang memisahkan diri dan masuk Islam pada tahun 2018. Dia mengubah namanya menjadi Shuhada Sadaqat, meski terus tampil dengan nama Sinead O’Connor.

O’Connor memposting di akun Facebook resminya pada 12 Juli bahwa dia baru saja pindah kembali ke London, sedang menyelesaikan album, dan bermaksud melakukan tur menjelang akhir 2024 dan awal 2025.

Sejatinya O’Connor sedang dalam proses untuk meluncurkan album baru, yang pertama dalam hampir satu dekade. “Semua orang menginginkan bintang pop, tapi saya seorang penyanyi protes. Saya hanya punya luapan emosi dari dada saya. Say tidak menginginkan ketenaran,” tulis O’Connor menulis dalam memoarnya “Rememberings”.